Evolusi Gaya Bertarung Dante dari Seri Awal hingga Terbaru

evolusi-gaya-bertarung-dante-dari-seri-awal-hingga-terbaru

Evolusi Gaya Bertarung Dante dari Seri Awal hingga Terbaru. Dante, pemburu iblis setengah manusia setengah setan, telah menjadi ikon aksi sejak kemunculan pertamanya pada 2001. Gaya bertarungnya yang penuh gaya, menggabungkan pedang, senjata api, dan transformasi iblis, terus berkembang sepanjang seri hingga Devil May Cry 5 pada 2019. Pada akhir 2025, dengan kesuksesan penjualan 10 juta kopi DMC5 dan anime Netflix yang baru, perhatian kembali tertuju pada evolusi combat Dante. Dari gerakan dasar yang menekankan kombo sederhana hingga sistem gaya kompleks yang memungkinkan improvisasi bebas, perubahan ini mencerminkan kemajuan teknologi dan visi pengembang untuk pertarungan yang semakin dinamis dan menantang. BERITA TERKINI

Fondasi di Seri Awal: DMC1 dan DMC2: Evolusi Gaya Bertarung Dante dari Seri Awal hingga Terbaru

Di Devil May Cry pertama, gaya Dante berfokus pada keseimbangan pedang Rebellion dan pistol kembar Ebony & Ivory. Pemain membangun kombo dengan serangan darat, tembakan jarak jauh, dan lompatan ganda, sambil menghindari kerusakan untuk mengisi gauge gaya dari D hingga SSS. Devil Trigger muncul sebagai transformasi sementara yang meningkatkan kecepatan dan kekuatan, memungkinkan terbang singkat. Meski inovatif saat itu, sistem ini terasa kaku karena transisi senjata lambat dan kurang variasi. Devil May Cry 2 menyederhanakan semuanya: Dante menggunakan senjata api lebih dominan dengan amunisi tak terbatas, tapi kehilangan pesona akrobatik. Combat terasa lebih lambat, dengan fokus pada tembakan presisi daripada kombo cepat, membuatnya kurang memuaskan dibanding pendahulunya. Evolusi awal ini meletakkan dasar stylish action, tapi masih bergantung pada timing manual tanpa bantuan sistem khusus.

Puncak Inovasi: Pengenalan Style di DMC3: Evolusi Gaya Bertarung Dante dari Seri Awal hingga Terbaru

Devil May Cry 3: Dante’s Awakening merevolusi gaya bertarung dengan memperkenalkan sistem Style—pilihan tetap seperti Swordmaster untuk serangan pedang intensif, Gunslinger untuk variasi senjata api, Trickster untuk mobilitas tinggi dengan dash dan teleport, serta Royalguard untuk blok dan counter. Pemain memilih satu Style per misi, yang membuka teknik unik saat di-level up, seperti Quicksilver yang memperlambat waktu atau Doppelganger yang memanggil klon. Senjata Devil Arm seperti nunchaku es Cerberus menambah elemen magis, memungkinkan kombo panjang tanpa repetisi. Combat menjadi lebih strategis: pemain harus menguasai Style berbeda untuk skor tinggi, dengan taunt Dante menambah flair. Ini menandai pergeseran dari hack-and-slash sederhana ke pertarungan bebas yang menghukum kebosanan, membuat Dante terasa seperti seniman bela diri iblis.

Peningkatan Fleksibilitas: DMC4 dan Reboot

Devil May Cry 4 membawa Style switching real-time—Dante berganti antar empat Style (Swordmaster, Gunslinger, Trickster, Royalguard) dengan tombol arah, memungkinkan adaptasi instan di tengah pertarungan. Dengan senjata seperti Gilgamesh (sarung tangan emas) dan Pandora (kotak multifungsi), kombo menjadi lebih panjang dan kreatif, meski Dante hanya playable di paruh kedua. Devil Trigger tetap kuat untuk regenerasi dan serangan area. Reboot DmC: Devil May Cry (2013) memperkenalkan elemen baru: senjata Rebellion yang bisa di-upgrade, serta Angel Mode (lompatan biru) dan Demon Mode (serangan merah) untuk keseimbangan mobilitas dan damage. Combat lebih linier dengan pemblokiran otomatis dan senjata seperti Eryx (sarung tangan api), tapi kurang gaya karena fokus pada platforming dan puzzle. Perubahan ini menunjukkan eksperimen, meski reboot tetap terpisah dari timeline utama.

Klimaks Kekuatan: DMC5 dan Sin Devil Trigger

Devil May Cry 5 menyempurnakan segalanya untuk Dante di usia paruh baya. Ia punya empat senjata melee (Rebellion, Devil Sword Dante, Cavaliere motor gergaji, Balrog sarung kaki api, King Cerberus) dan empat senjata api (Ebony & Ivory, Coyote-A, Dr. Faust topi meteor, Kalina Ann roket), yang berganti bebas. Style switching tetap ada, tapi terintegrasi mulus dengan senjata spesifik—misalnya, Swordmaster membuka moveset unik per pedang. Devil Trigger biasa berevolusi menjadi Sin Devil Trigger (SDT), bentuk super dengan serangan quad-saber, teleport, dan invincibility singkat, diisi via gauge terpisah. Combat menuntut rotasi senjata untuk kombo tak terputus, dengan Jump/Cross Cancel untuk ekstensi tak terhingga. Melawan Urizen dan Vergil, Dante menunjukkan penguasaan puncak: dari taunt santai hingga serbuan brutal. Pada 2025, ini tetap benchmark stylish action, dengan penjualan melonjak berkat update next-gen.

Kesimpulan

Evolusi gaya bertarung Dante dari fondasi sederhana di DMC1 hingga kompleksitas DMC5 mencerminkan perjalanan seri menuju kebebasan total. Mulai dari kombo dasar, diperkaya Style, hingga rotasi senjata dan SDT, setiap langkah membuatnya lebih ekspresif dan mematikan. Di akhir 2025, dengan spekulasi sekuel dan anime yang mengeksplorasi masa mudanya, Dante tetap pemburu iblis paling stylish. Penggemar menantikan kelanjutannya, tapi warisan combat-nya sudah abadi—bukti bahwa gaya sejati lahir dari inovasi tanpa batas.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *