Evolusi Gameplay Call of Duty dari Seri Klasik hingga Modern. Di akhir 2025, seri Call of Duty sudah melewati 22 tahun evolusi gameplay yang bikin genre FPS tak pernah bosan. Dari campaign linier Perang Dunia II tahun 2003, kini jadi hybrid multiplayer-battle royale dengan gerakan bebas 360 derajat di seri terbaru. Perubahan ini bukan cuma tambah senjata atau map baru, tapi revolusi total: dari pengalaman solo ke ekosistem live service yang ratusan juta pemain ikuti. Evolusi ini dorong seri ini tetap relevan, dengan Black Ops 6 rilis 2024 jadi puncak omnimovement yang bikin kompetitif makin gila. BERITA BOLA
Awal Mula: Campaign Linier dan Multiplayer Dasar: Evolusi Gameplay Call of Duty dari Seri Klasik hingga Modern
Seri awal fokus campaign single-player epik. Mulai dari misi Normandia 1944 dengan suara tembakan realistis, gameplay linear tapi immersif: lari, tembak, sembunyi di parit. Multiplayer sederhana: deathmatch di map kecil, tanpa killstreak atau customization rumit. Seri kedua tambah Pacific Theater, seri ketiga Modern Warfare 2007 bawa urban warfare dengan night vision dan airstrike pertama. Saat itu, gameplay masih soal aim akurat dan taktik tim dasar – tak ada slide atau mantling.
Revolusi Killstreak, Zombies, dan Customization: Evolusi Gameplay Call of Duty dari Seri Klasik hingga Modern
Mulai Modern Warfare 2 (2009), killstreak ubah segalanya: 3 kill dapet UAV, 5 kill Predator Missile. Ini bikin snowballing seru, tapi juga frustasi kalau kena camper. Black Ops (2010) perkenalkan Zombies mode kooperatif, survival wave demi wave dengan power-up absurd. Customization meledak: camo, attachment senjata, perk seperti Marathon. Seri selanjutnya tambah jetpack di Ghosts (2013), wall-running di Infinite Warfare (2016), dan mounting di Modern Warfare 2019 – gerakan makin fluid, map desain vertikal untuk flank tak terduga.
Era Modern: Battle Royale, Omnimovement, dan Live Service
Warzone 2020 bawa battle royale gratis ke seri ini: 150 pemain, Gulag 1v1 comeback, loadout drop. Gameplay jadi hybrid – campur multiplayer tradisional dengan BR besar. Modern Warfare II (2022) perkenalkan Advanced Movement varian, tapi Black Ops 6 (2024) bikin revolusi omnimovement: sprint, dive, slide ke segala arah tanpa tombol khusus. Cross-play PC-konsol, anti-cheat kuat, dan seasonal update bikin live service matang. Sekarang, gameplay bukan cuma tembak-tembakan, tapi adaptasi cepat di map dinamis dengan vehicle dan gadget futuristik.
Kesimpulan
Evolusi gameplay Call of Duty dari campaign WWII kaku ke omnimovement bebas di Black Ops 6 tunjukkan adaptasi pintar terhadap tren: dari solo epik ke multiplayer kompetitif global. Seri ini sukses karena tak pernah diam – selalu tambah layer baru tanpa hilang akar taktisnya. Di 2025, dengan rencana seri baru 2026, gameplay bakal makin hybrid VR dan AI-assisted. Buat pemain lama, ini nostalgia yang berevolusi; buat baru, pintu masuk FPS modern. Satu hal pasti: Call of Duty tetap raja, karena gameplay-nya selalu selangkah di depan.