Perkembangan Meta dan Hero Terkuat di Mobile Legends. Pada awal November 2025 ini, komunitas Mobile Legends kembali diramaikan oleh patch besar yang dirilis pada 5 November, membawa angin segar sekaligus gejolak di meta permainan. Pembaruan ini tak hanya memperkenalkan revamp pada beberapa hero ikonik seperti Yi Sun-shin dan Gloo, tapi juga menyesuaikan keseimbangan agar pertarungan ranked lebih dinamis dan kompetitif. Meta saat ini bergeser ke arah hero dengan utilitas tinggi, mobilitas cerdas, dan kemampuan counter burst yang kuat, membuat pick seperti Hayabusa dan Floryn jadi favorit di turnamen maupun solo queue. Dengan turnamen akhir tahun yang semakin dekat, pemahaman tentang hero terkuat menjadi kunci untuk naik rank. Artikel ini akan mengupas perkembangan meta terbaru, hero dominan di setiap role, serta strategi praktis untuk memaksimalkan performa di land of dawn. BERITA BOLA
Patch Terbaru dan Pergeseran Meta: Perkembangan Meta dan Hero Terkuat di Mobile Legends
Patch 5 November 2025 datang sebagai respons atas keluhan komunitas soal dominasi hero mobile berlebih dan kurangnya opsi sustain. Beberapa hero mendapat buff signifikan, seperti Gloo yang kini lebih mudah dimainkan dengan kemampuan attach yang lebih fleksibel, memungkinkan dia berbagi damage dan stun lebih efektif di teamfight. Yi Sun-shin juga direvamp dengan ultimate baru yang menambahkan reveal area luas, stun, dan ram ship untuk AoE damage, membuatnya kembali jadi ancaman jungler setelah absen lama. Di sisi lain, nerf ringan menyentuh Kimmy—yang dulu mendominasi early game—dan Fanny, meski keduanya masih viable di tangan pro player.
Gord mengalami overhaul control tanpa buff damage, fokus pada zoning yang lebih presisi, sementara hero baru seperti Obsidia debut sebagai marksman late-game yang bergantung pada bone energy untuk multi-hit. Pergeseran meta ini mendorong tim ke komposisi anti-dash, di mana hero seperti Phoveus naik daun berkat kemampuan charge yang memanfaatkan musuh bergerak cepat. Secara keseluruhan, win rate hero dengan CC immunity dan global utility melonjak 10-15 persen di ranked Mythic, sementara meta double fighter mulai mereda, digantikan oleh tank jungler yang lebih seimbang. Ini membuat permainan lebih taktis, di mana rotasi cepat dan objective control jadi penentu kemenangan.
Hero Terkuat di Setiap Role: Perkembangan Meta dan Hero Terkuat di Mobile Legends
Berdasarkan performa pasca-patch, tier list hero terkuat menonjolkan pick yang fleksibel dan high-impact. Di role assassin, Hayabusa, Arlott, Yi Sun-shin, dan Lancelot menduduki S-tier berkat mobilitas unggul—Hayabusa dengan shadow teleport yang tak terlihat, sementara Yi Sun-shin unggul di gank awal dengan ultimate revamp-nya. Julian dan Aamon di A-tier tetap kuat untuk snowball, tapi rentan terhadap CC berat.
Fighter melihat Suyou, Sun, Kalea, Lapu-Lapu, Fredrinn, dan Freya sebagai pilihan utama. Fredrinn bersinar sebagai utility jungler dengan taunt dan gray HP yang menyerap damage, cocok dipasangkan dengan support seperti Mathilda. Phoveus dan Badang di A-tier efektif counter dash hero, dengan Badang’s wall lockdown yang sulit dihindari meski ada nerf.
Mage didominasi Zhuxin, Kimmy, Zetian, dan Selena di S-tier. Zhuxin dengan displace skill yang mematikan untuk execute, sementara Pharsa kembali zoning pakai bird form untuk rotasi cepat. Harith di A-tier jadi duelist mid lane yang lincah, tapi butuh tim dengan physical damage kuat.
Marksman punya Irithel, Yi Sun-shin, Wanwan, dan Kimmy sebagai S-tier. Granger tetap meta meski di-nerf, dengan energy infinite yang skalabel untuk spam skill late game. Karrie dan Obsidia di A-tier unggul anti-tank, meski Obsidia lemah early dan butuh farm panjang.
Support dan tank tak kalah penting: Floryn, Kalea, Diggie, Mathilda di S-tier support untuk heal global dan engage, sementara Uranus, Fredrinn, Gloo, Baxia di S-tier tank dengan regen tinggi dan anti-heal mark. Gloo’s revamp membuatnya mengganggu melee hero secara brutal.
Strategi Bermain dan Komposisi Tim Efektif
Dengan meta yang kini condong ke sustain dan counterplay, strategi utama adalah bangun komposisi tim yang seimbang antara burst dan durability. Mulai dari draft: prioritaskan tank jungler seperti Uranus atau Gloo untuk clear cepat dan rotasi ke lane, dipasangkan dengan mage zoning seperti Pharsa untuk tekanan early. Hindari all-in dash comp; ganti dengan anti-mobility seperti Phoveus di EXP lane untuk punish musuh overextend.
Di solo queue, fokus farming efisien—Yi Sun-shin atau Hayabusa butuh level 3 untuk gank maksimal, jadi invasi camp lawan jadi prioritas. Itemisasi kunci: ambil Dominance Ice untuk tank anti-heal, atau Windtalker untuk mobilitas assassin. Di teamfight, posisi adalah segalanya; marksman seperti Granger aman di belakang Floryn’s global heal, sementara Kalea bisa grab musuh untuk setup ultimate Arlott.
Tips praktis: latihan counter-pick, seperti Baxia lawan burst mage, dan pantau map untuk objective seperti turtle yang kini lebih krusial pasca-revamp. Di ranked, win rate naik 20 persen jika tim punya minimal dua S-tier hero dengan sinergi CC, seperti Fredrinn taunt plus Zhuxin displace. Meta ini mendorong adaptasi cepat, di mana player yang fleksibel—bisa switch role—lebih unggul daripada one-trick pony.
Kesimpulan
Perkembangan meta Mobile Legends di November 2025 membawa keseimbangan baru yang menyegarkan, dengan revamp Yi Sun-shin, buff Gloo, dan nerf ringan yang membuat hero seperti Hayabusa, Fredrinn, Zhuxin, Granger, Floryn, serta Uranus jadi pilar kekuatan. Patch ini tak hanya menyamakan lapangan, tapi juga menekankan strategi tim yang cerdas di atas individual skill semata. Bagi player ranked, ini saatnya eksplorasi tier list dan komposisi anti-burst untuk climb cepat menuju Mythic Glory. Pada akhirnya, land of dawn tetap jadi arena di mana adaptasi adalah senjata terkuat—siapkah kamu merangkul meta ini dan jadi legenda berikutnya?